Kamis, 09 April 2015

Membuat Desain Teks



Tata Letak (Layout)
Usaha menyusun, menata dan memadukan unsur-unsur komunikasi grafis (teks, gambar, warna dan lain-lain) menjadi media komunikasi visual yang komunikatif, estetik, persuasif, menarik, dan mendukung pencapaian tujuan secara cepat dan tepat dikenal dengan istilah tata letak.

Fungsi Tata Letak (Layout)
1.      Mencapai Keharmonisan
2.      Nilai Estetis
3.      Ekonomis
4.      Komunikatif

B.    Prinsip-prinsip yang Berhubungan dengan Layout
1.    Kesederhanaan
Prinsip ini berhubungan dengan kemampuan daya tangkap rata-rata manusia di dalam menerima informasi. Secara insting manusia menginginkan kesederhanaan dalam menerima informasi. Namun dalam penyederhanaan juga harus memperhatikan segmen kepada siapa informasi itu akan disampaikan.
2.    Kontras
Amat diperlukan guna menarik perhatian, memberi penekanan terhadap elemen atau pesan yang ingin disampaikan. Berikut ini tips yang dapat menarik perhatian terhadap pesan yang akan disampaikan, yaitu menggunakan style bold dan italic pada body teks, memilihkan huruf display yang lebih atraktif, gunakan kontras warna, ada tekstur dalam latar belakang, memperbesar bagian tertentu yang ingin ditonjolkan.
3.    Keseimbangan
Suatu hal yang amat penting dalam penyampaian suatu informasi. Keseimbangan dapat merupakan keseimbangan yang formal, dengan susunan yang simetris. Susunan yang simetris mampu memberi kesan yang formal, seimabang, dapat dipercaya dan mapan. Sebaliknya susunan yang asimetris sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu dinamika, energi serta pesan yang tidak formal.
4.    Keharmonisan
Maksud dari harmoni ialah memiliki keselarasan antara satu elemen dengan elemen grafis yang lain. Harmoni dapat diwujudkan dalam 2 bentuk, yaitu:
a.    Harmoni dari segi bentuk
Harmoni yang dilihat dari bentuk ialah dimana adanya keserasian dalam penempatan elemen grafis. Hal itu dapat dilihat dari segi bentuk dan ukurannya apakah itu kartu nama, stiker, poster dan sebagainya. Pemilihan bentuk huruf juga memiliki peranan yang penting sebagaimana untuk tujuan apa desain itu dibuat.
b.     Harmoni dari segi warna
Warna memiliki pengaruh yang amat besar, karena tiap-tiap warna memiliki sifatnya masing-masing, seperti merah yang memiliki arti berani, biru yang memiliki kesan tenang dan lain sebagainya. Lihat kembali tujuan dari desain yang telah dibuat, karena ketepatan dalam memilih
warna dapat membuat informasi yang didalamnya menjadi lebih efektif.
5.    Stressing
Dalam pengertian bahasanya disebut sebagai sebuah penekanan, memiliki fungsi untuk memberikan titik-titik tertentu yang memperoleh fokus perhatian. Streesing lebih mengarah kepada titik perhatian atau eye catching dalam suatu publikasi. Pada sebuah karya grafis memungkinkan adanya lebih dari satu stressing, namun harus dibedakan mana yang akan dijadikan fokus utama agar tidak mengesankan berebut perhatian yang akhirnya membuat pesan didalamnya menjadi tidak efektif.
C.    Grid pada Layout
1.    Grid System
Sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap permasalahan penataan elemen-elemen visual dalam sebuah ruang. Grid systems digunakan sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Melalui grid system seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebuah kompisisi yang sudah diciptakan. Tujuan utama dari penggunaan grid systems dalam desain grafis adalah untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara estetik.
2.    The Golden Section
Di bidang seni grafis, proporsi agung menjadi dasar pembuatan ukuran kertas dan prinsip tersebut dapat digunakan untuk menyusun keseimbangan sebuah desain. Proporsi agung sudah ditemukan sejak jaman kuno untuk menghadirkan proporsi yang sangat sempurna dan indah. Membagi sebuah garis dengan perbandingan mendekati rasio 8 : 13 berarti bahwa jika garis yang lebih panjang dibagi dengan garis yang lebih pendek hasilnya akan sama dengan pembagian panjang garis utuh sebelum dipotong dengan garis yang lebih panjang tadi. Proporsi agung juga dikenal dalam istilah deret bilangan fibonacci yaitu deret bilangan yang setiap bilangannya adalah hasil jumlah dari dua bilangan sebelumnya dan di mulai dari nol. Deret bilangan ini memiliki rasio 8 : 13 yaitu rasio proporsi agung. Bilangan ini sering dipakai dalam pengukuran bangunan, arsitektur, karya seni, huruf hingga layout sebuah halaman karena proporsinya yang harmonis. 0 1 1 2 3 5 8 13 21 34 55 89 144 233 377…
3.    The symetrical grid
Dalam grid simetris, halaman kanan akan berkebalikan persis seperti bayangan cermin dari halaman kiri. Ini memberikan dua margin yang sama baik margin luar maupun margin dalam. Untuk menjaga proporsi, margin luar memiliki bidang yang lebih lebar. Layout klasik yang dipelopori oleh Jan Tschichold (1902-1974) seorang typographer dari Jerman ini didasari ukuran halaman dengan proporsi 2:3.
D.    Mengorganisir Layout
Layout yang baik mudah untuk mengikuti dan memberikan fokus jelas kepada khalayak untuk membantu agar mudah menemukan cara mereka melalui publikasi, presentasi, atau halaman web. Mengatur dan menekankan informasi Anda untuk membuat pesan Anda sebagai jelas mungkin. Memutuskan apa yang ingin pembaca untuk melihat atau membaca posisi pertama dan itu yang sesuai, kemudian memutuskan apa yang ingin pembaca untuk membaca atau melihat berikutnya. Kualitas tata letak Anda menentukan seberapa cepat pembaca Anda akan diarahkan melalui publikasi cepat dan bagaimana mereka akan dapat membacanya. Pedoman untuk Mengorganisir Layouts:
1.    Menggunakan berbagai jenis ukuran untuk berbagai elemen.
2.    Membentuk suatu hirarki dari jenis ukuran untuk utama, subheads, teks, dan lain-lain sesuai dengan format.
3.    Semua format utama sama, semua teks harus diformat sama, dll
4.    Membuat elemen yang paling pentingagar khalayak bisa menemukan hal yang besar pada hal-hal yang kecil.
5.    Menggunakan rules (baris) untuk memisahkan informasi ke dalam grup.
6.    Menggunakan berbagai jenisketebalan font.
7.    Gunakan spasi kosong untuk tujuan desain dalam publikasi.
8.    Informasi posisi penting di sudut kiri atas. Di sudut kiri atas biasanya membaca terlebih dahulu. Menempatkan kotak sekitar informasi penting.
9.    Berikan bullet pada item-item yang penting.
10.    Gunakan warna kebalikan (jenis putih pada latar belakang gelap) untuk memisahkan atau menekankan.
Panduan umum untuk Layouts:
1.    Menentukan tujuan anda publikasi, presentasi, atau situs web anda sebelum anda mulai Layout.
2.    Membuat dasar pesan yang akan disampaikan dan rencana tata ruang di sekitarnya.
3.    Pilih yang sesuai jenis media (halaman web, presentasi, cetak buku, newsletter, atau brosur, dll) dan ukuran.
4.    Mengidentifikasi target pemirsa tersebut, kemudian menulis dan mendesain publikasi, presentasi, atau situs web agar selalu berada dalam benak khalayak.
5.    Mempertimbangkan kepentingan mereka, membaca tingkat, latar belakang, dll..
7 TIPS: MEMBUAT KOMPOSISI / LAYOUT HALAMAN YANG BAIK
1. SEJAJARKAN MASING-MASING ELEMEN DESAIN DALAM GRID/KISI-KISI

Tempatkan setiap teks atau elemen grafis pada halaman sehingga mereka memiliki koneksi visual  satu sama lain. Anda dapat menggunakan keselarasan horizontal atau vertikal, menyelaraskan objek di sepanjang tepi yang sama atau center. Layout yang teratur dan selaras sangat penting karena mata dan otak kita mendambakan sejumlah keteraturan dan konsistensi.
2. PILIH VISUAL TUNGGAL ATAU MEMBUAT KONEKSI VISUAL YANG KUAT

Salah satu layout sederhana dan mungkin paling kuat adalah menggunakan satu visual yang kuat. Namun, jika menggunakan beberapa gambar, buatlah mereka terhubung dengan baik melalui penyelarasan dan kedekatan – mengelompokkan gambar sehingga mereka membentuk unit visual yang tunggal dan menyelaraskan mereka dengan cara yang sama.
3. KESEIMBANGAN TATA LETAK VISUAL / TEKS

Sangat penting menciptakan keseimbangan yang tepat baik tentang jumlah teks dan elemen grafis dan bagaimana mereka diatur pada halaman. Layout asimetris cenderung membuat tata letak yang lebih dinamis. Jangan ragu menggunakan dari kolom asimetris atau ganjil untuk visual dan teks. Keseimbangan simetris atau penggunaan elemen bahkan seperti dua atau empat kolom atau blok dari 4 gambar umumnya menghasilkan tata letak formal yang lebih statis.
4. ATURAN SEPERTIGA

Terkait dengan keseimbangan, aturan sepertiga menunjukkan bahwa komposisi yang lebih baik  jika pengaturan teks dan grafis dapat ditempatkan menggunakan salah satu pedoman:
a.       elemen yang paling penting diberi ruang yang lebih atau kurang merata dalam sepertiga vertikal atau horizontal
b.      elemen yang paling penting terkonsentrasi di ketiga atas atau bawah halaman
c.       elemen yang paling penting berpusat pada salah satu titik di mana garis berpotongan dari hasil pembagian halaman menjadi tiga bagian horizontal dan vertikal
5. MENAMBAHKAN RUANG KOSONG DI TEMPAT YANG TEPAT

Sama pentingnya dengan teks dan gambar pada halaman adalah ruang kosong. Menjejalkan terlalu banyak pada halaman meskipun itu  selaras dan seimbang dan menggunakan aturan pertiga dapat merusak komposisi. Halaman membutuhkan ruang untuk bernafas. Tempat terbaik untuk ruang putih di sekitar tepi halaman dan tepi teks atau elemen grafis sehingga tidak terjebak di tengah-tengah halaman tapi menambah paragraf, baris, dan letterspacing juga dapat berfungsing menambah ruang kosong.
6. GUNAKAN DUA ATAU LEBIH DARI ELEMEN DESAIN YANG SAMA

Jika salah satu baik, dua lebih baik? Kadang-kadang, ya. Pengulangan bisa datang dalam bentuk penggunaan konsisten keselarasan, menggunakan warna yang sama untuk item terkait (seperti kutipan atau headline), dengan menggunakan gaya yang sama atau ukuran grafis, atau hanya menempatkan nomor halaman di tempat yang sama di seluruh publikasi.
7. TEKANKAN PERBEDAAN ANTAR UNSUR DESAIN

Memang baik menggunakan aspek komposisi halaman dengan elemen yang sama – alignment yang sama, konsistensi penggunaan warna – namun ada baiknya kita menggunakan beberapa hal yang berbeda, menggunakan elemen kontras termasuk warna dan keselarasan. Semakin besar perbedaannya semakin besar kontras dan tata letak yang lebih efektif. Contoh sederhana menggunakan penekanan pada headline dengan menggunakan jenis dan ukuran teks yang berbeda atau menggunakan ukuran yang berbeda atau warna teks berbeda untuk keterangan, kutipan, dan nomor halaman.


Sumber :




Selasa, 28 Januari 2014

1.4 Mengatur komponen PC menggunakan software (melalui setup BIOS dan aktifasi komponen sistem operasi).


1.4 Mengatur komponen PC menggunakan software (melalui setup BIOS dan aktifasi komponen sistem operasi).


1.    Menekan tombol delete sebagai boot up. Ini adalah utama bios menu setup.

2.    Memilih menu Tweeker Cerdas dengan menekan enter. Menekan back untuk kembali ke menu sebelumnya.
3.     Memasukkan fitur CMOS Standar.
4.     Kali ini kita akan memasuki fitur Advanced BIOS.
5.     Membuat perangkat boot pertama kami CDROM, dan perangkat boot kedua sebagai harddisk.
6.      Dengan melakukan ini bisa memastikan bahwa booting komputer dari DVD Windows 7 yang ditempatkan di DVD drive. Jika hard disk disetel ke perangkat boot pertama tidak akan boot karena tidak memiliki sistem operasi yang terpasang.
7.      Akhirnya dapat menyimpan & keluar setup. Pada tahap ini dapat menempatkan sebuah sistem operasi disk dalam drive DVD dan siap untuk menginstal sistem operasi yang dipilih.

1.5 Menyambung Periferal Menggunakan Software

1.5 Menyambung Periferal Menggunakan Software
Periferal adalah perangkat input maupun output yang merupakan pelengkap atau tambahan pada sebuah sistem komputer. Contoh : printer, scanner, dan modem eksternal.
Prosedur umum penyambungan periferal
Secara umum, cara menyambung periferal baru ke komputer agar dapat dipergunakan adalah :
   1.      Mengaktifkan komputer
   2.      Menghubungkan kabel koneksi periferal ke komputer melalui I/O yang sesuai
   3.      Menghubungkan periferal dengan sumber tenaga listrik
   4.      Menginstall software driver bawaan periferal ke komputer
   5.      Periferal siap digunakan

Scanner
Scanner adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotocopy. Hasil dari scanner ditampilkan pada layar monitor komputer kemudian dapat dirubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen, dan gambar. Cara menyambung periferal scanner baru ke komputer agar dapat dipergunakan adalah :
·         Menancapkan kabel scanner pada konektor USB port pada komputer
·         Memasukkan CD Driver Scanner
·         Memilih bahasa yang akan dipergunakan dalam proses instalasi
·         Memilih software yang diinstall
·         Memilih Install the Software
·         Memilih software yang akan diinstall dan yang tidak diinstall. Kemudian klik tombol Start Installasion
·         Mengikuti konfirmasi yang ditampilkan dan setelah selesai proses instalasi, Scanner siap digunakan

Kesimpulan :
   1.      Setiap pemasangan periferal baru pada PC, harus dilakukan setting pada BIOS untuk mengaktifkan periferal tersebut dan menginstalasi driver periferal tersebut ke sistem komputer.
   2.      Setting dan instalasi driver tergantung pada sistem operasi yang digunakan.

   3.      Dalam penyetingan dan instalasi setiap periferal pada umumnya telah diberikan pada buku manual referensinya atau file help atau readme pada disket/CD driver yang dibawakannya.
1.3 Melakukan Keselamatan Kerja dalam Merakit Komputer
Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan perakitan PC,yaitu memperhatikan keselamatan kerja perakitan komputer. Hal-hal tersebut meliputi :
   -          Pastikan tangan dalam kondisi kering
   -          Menggunakan peralatan sebagaimana fungsinya  
   -          Hindari memegang langsung chip IC pada komponen seperti processor dan motherboard untuk menghindari listrik statis pada tubuh
   -          Menggunakan alas kaki karet atau melakukan perakitan di atas karpet untuk menghindari kejutan listrik
   -          Mengindari penggunaan perhiasan dari logam seperti cincin, gelang, dan jam tangan
   -         Melakukan perakitan PC di ruangan tertutup dan bebas debu
   -          Menempatkan air minum jauh dari tempat melakukan perakitan PC
   -          Menggunakan lampu penerangan yang cukup kuat

Persiapan dalam melakukan Perakitan Komputer
   1.      Penentuan Konfigurasi Komputer
Faktor kesesuaian atau kompabilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan karena setiap jenis motherboard mendukung jenis processor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.

   2.      Persiapan Komponen dan Perlengkapan
Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan disiapkan sebelum melakukan perakitan untuk memudahkan proses perakitan PC. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
o   Komponen komputer
o   Kelengkapan komponen seperti kabel,baut,sekrup,jumper,dan sebagainya
o   Buku manual dan referensi dari komponen
o   Alat bantu berupa obeng
Software sistem operasi, device driver,program aplikasi, dan buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengetahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor,port dan slot) serta elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit. Disket atau CD software diperlukan untuk menginstall sistem operasi,device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.
                                                                                                    
   3.      Pengamanan
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis,  jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan. Pencegahan kerusakana karena listrik statis dengan cara:
§  Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis

§  Tidak memegang langsung komponen elekronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada bagian logam atau plastik yang terdapat pada komponen

1.2 Melakukan Instalasi Komponen PC

1.2 Melakukan Instalasi Komponen PC

Untuk melakukan instalasi komponen PC perlu dilakukan:
   1.      Meletakkan motherboard pada tempat yang datar dan memberi alas dengan permukaan yang lembut agar motherboard tidak tergores atau terputus jalur komponennnya.
   2.      Memasang processor pada motherboard yaitu dengan mengusahakan diluar casing agar memudahkan pemasangan processor.

   3.      Memasang kipas processor.
   4.      Memasang RAM dan slot RAM yangbtersedia pada motherboard.


   5.      Memasang catu daya atau power supply.

   6.      Memasukkan motherboard pada cassing dengan perlahan.
   7.      Membaut motherboard dengan dudukannya agar kuat dan tidak goyang
   8.      Menggunakan motherboard yang sudah dilengkapi dengan VGA, Sound Card, dan LAN Card yang sudah menjadi satu dalam motherboard
   9.      Memasang CD ROM pada rak yang terdapat pada casing dengan cara memasukannya dari depan.
   10.  Membaut CD ROM yang terpasang dengan raknya agar tidak goncang.

   11.  Memasang kabel power dan kabel data atau kabel ATA CD ROM pada motherboard.
   12.  Memasang hardisk pada rak yang terdapat pada casing dengan perlahan agar hardisk tidak terbentur.
   13.  Memasang kabel data atau kabel ATA hardisk pada motherboard.
   14.  Memasang konektor power supply pada tempatnya pada konektor yang terdapat di motherboard.
   15.  Menancapkan konektor power/restart/hdd lad/power lad dan lain-lain pad konektor yang terdapat di motherboard.


Setelah merakit semua komponen maka perakitan tersebut harus diuji perakitan berhasil atau tidak. Untuk menguji itu dengan cara menghidupkan komputer bila komputer dapat BOOTING maka perakitan berhasil. Bila tidak dapat BOOTING, berarti perakitan belum sempurna, Maka harus disempurnakan bila ingin menginstall Sistem Operasi yaitu dengan cara mengecek kembali semua komponen yang telah terpasang.

Selasa, 26 November 2013

1.6 Memeriksaan Hasil Perakitan PC dan Peripheral

Memeriksaan Hasil Perakitan PC dan Peripheral
   Fungsi tidaknya komponen atau peripheral tergantung dari pemasangannya.
Hal yang perlu diperiksa dari hasil komponen dan peripheral meluputi:
  • Kencang tidaknya pemasangan komponen atau peripheral. Periksa apakah skrup telah terpasang dengan sempurna. Urutan kabel, urutan kabel dapat di cek terlebih dahulu dengan menyocokan pin no1 pada kabel dengan pin 1 dengan konektor. Untuk model kabel sekarang kemungkinan terbalik sangat kecil.
  • Urutan kaki komponen, dalam hal ini prosesor dan RAM. Dengan melihat manual guide dari setiap komponen kesalahan dalam memasang komponen dapat dihindari.
  • Untuk prosesor dan RAM saat ini kemungkinan salah sangat kecil, karena bentuk fisik yang tidak memungkinkan komponen terpasang salah.

Saat pertama kali komputer menyala, memastikan tidak ada pesan eror baik berupa tampilan di monitor atau dengan bunyi beep.
Jika tidak ada pesan error masuk ke BIOS dengan menekan del atau F2, sesuai dengan BIOS yang digunakan.
Masuk dalam menu main untuk mengecek komponen hard disk, CDROM, floppy disk, dan RAM. Dengan malihat status dari hard disk atau masuk ke menu hardware monitor untuk melihat status dari prosesor baik tegangan maupun kecepatan dari kipas pendinginnya.



Tampilan BIOS
Jika semua dapat terlihat tanpa ada pesan kesalahan maka perakitan PC berhasil dilakukan, selanjutnya siap untuk instalasi sistem operasi.

Pengecekan Komponen PC melalui Device Manager
  1. Periksa semua komponen yang baru dirakit, sebelum menghubungkan sumber daya ke jala-jala listrik. Hal ini dapat mengurangi resiko jika terjadi kegagalan perakitan sebuah komponen.
  2. Untuk memeriksa komponen PC dapat dilakukan secara software dan hardware. Untuk hardware dengan mengecek koneksi kabel dan konektor setiap komponen yang terpasang, sedangakan dengan menggunakan software dapat menggunakan BIOS atau device manager dalam Sisitem operasi windows.
Macam-macam Peripheral Komputer
1.    VGA Card

Fungsinya untuk mengubah sinyal-sinyal digital pada komputer menjadi display.

2.    Sound Card

Fungsinya untuk mengubah sinyal-sinyal digital pada komputer di ubah dalam bentuk suara

3.    TV Card

Fungsinya agar Komputer bisa menyalakan TV. Ada 2 jenis, yaitu internal dan eksternal. Adapun kelebihan dan kekurangannya.

4.    LAN Card

LAN dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah sistemkomputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleksgedungatau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umumseperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinyaadalah pemilik LAN itu sendiri.

5.    Printer

Printer atau pencetak adalah alat yang menampilkan data dalam bentuk cetakan, baik berupa teks maupun gambar/grafik, di atas kertas. Printer biasanya terbagi atas beberapa bagian, yaitu picker sebagai alat mengambil kertas dari tray. Tray ialah tempat menaruh kertas. Tinta atau toner adalah alat pencetak.

6.    Modem

Modem merupakan singkatan dari Modulation demodulation. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik.

7.    Monitor

Monitor merupakan peripheral terpenting dalam sebuah PC. Karena jika tidak ada monitor tidak akan bias memunculkan grafik dari PC itu senderi. Dimasa sekarang ini banyak sekali merk dari monitor. Contohnya : LG, Zyrex, dan lain-lain.

8.    Scanner

Pemindai atau scanner merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen, foto, gelombang, suhu dan lain-lain. Hasil pemindaian itu pada umumnya akan ditransformasikan ke dalam komputer sebagai data digital. Terdapat beberapa jenis pemindai bergantung pada kegunaan dan cara kerjanya, antara lain:pemindai gambar,pemindai barcode,pemindai sinar-X,pemindai cek,pemindai logam,pemindai Optical Mark Reader (OMR).Di antara jenis-jenis pemindai tersebut, pemindai gambar adalah yang paling sering disebut sebagai pemindai.

9.    Memori

Memori dikenal juga dengan sebutan RAM (Random Acces Memory). Gunanya adalah untuk penyimpanan data sementara sewaktu digunakan oleh prosesor. Jika komputer di matikan, maka data di RAM akan hilang. Kecepatan membaca data RAM ini lebih cepat jika dibandingkan dengan Harddisk.

Rabu, 20 November 2013

1.1 Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi



Merakit Personal Komputer
1.1    Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi
            Dalam merakit sebuah komputer harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi financial yang ada. Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi dalam merakit komputer sangat penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Berikut merupakan langkah-langkah merakit komputer:
1. Penyiapan motherboard
 
    Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU. Speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
2. Memasang Prosessor
   Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda adalah:
1.     Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
2.    Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
3.    Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. Rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
4.    Turunkan kembali tuas pengunci.
Jenis Slot :
1.     Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
2.    Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
3.    Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.
3. Memasang Heatsink
          Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink. Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas. Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.
4. Memasang Modul Memori
          Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori adalah:
Jenis SIMM
1.     Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
2.    Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
3.    Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.
Jenis DIMM dan RIMM
          Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan. Cara memasang DIMM dan RIMM adalah:
1.     Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
2.    sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. Lalu masukkan modul
5. Memasang Motherboard pada Casing
 
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya adalah:
1.     Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2.    Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3.    Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4.    Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5.    Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.
6. Memasang Power Supply
 
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya adalah:
1.     Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
2.    Hubungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing


Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing. Cara memasang kabel motherboard dan casing adalah:
1.     Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
2.    Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
3.    Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
4.    Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali
5.    Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
6.    Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.
8. Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama adalah:
1.     Keluarkan penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2.    Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3.    Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4.    Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard
5.    Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6.    Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
7.    Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8.    Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
9.    Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.
     10. Penyelessaian Akhir
1.     Pasang penutup casing dengan menggeser
2.    sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
3.    Pasang konektor monitor ke port video card.
4.    Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
5.    Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau port serial (tergantung jenis mouse).
6.    Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.